Jumat, 28 Juli 2017

Makalah Gizi Umum: Lemak

0

 BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Nutrisi adalah zat dalam makanan yang dibutuhkan organisme untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan fungsinya. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh  adalah lemak. Lemak merupakan sekelompok ikatan organik yang terdiri atas unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat pelarut lemak), seperti petroleum benzene, ether. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat pada suhu kamar, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah, bersifat cair. Lemak yang padat pada suhu kamar di sebut lemak atau gaji, sedangkan yang cair pada suhu kamar di sebut minyak. Lemak di dalam makanan yang memegang peranan penting ialah yang disebut lemak netral, atau triglycerida, yang molekulnya terdiri atas satu molekul glycerol (glycerin) dan tiga molekul asam lemak, yang diikatkan pada glycerol tersebut dengan ikatan ester.

B.   Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan lemak?
2.      Apa saja jenis-jenis lemak?
3.      Apa saja fungsi lemak?
4.      Apa saja sumber lemak?
5.      Bagaimana proses pencernaan lemak di dalam tubuh?
6.      Bagaimana dampak kelebihan dan kekurangan lemak?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari lemak.
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis lemak.
3.      Untuk mengetahui fungsi lemak.
4.      Untuk mengetahui sumber lemak.
5.      Untuk mengetahui proses pencernaan lemak di dalam tubuh
6.      Untuk megetahui dampak dari kelebihan dan kekurangan lemak.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Lemak
Lemak (Lipid) adalah zat organik hidrofobik yang bersifat sukar larut dalam air.Namun lemak dapat larut dalam pelarut organik seperti kloroform,eter dan benzen. Lemak adalah garam yang terbentuk dari penyatuan asam lemak dengan akohor yang di sebut gliserol atau gliserin. Peranan lemak dalam bahan pangan,yang utama adalah sebagai sumber energi.Lemak merupakan sumber energi yang dapat menyediakan energi sekitar 2,25 kali lebih banyak dari pada yang di berikan oleh karbohidrat ( pati,gula ) atau protein.Istilah lemak atau minyak lebih umum di gunakan dari pada lipida.Lemak bersifat pada suhu ruagan,sedangkan minyak bersifat cair.
Lemak adalah bentuk energi berlebih yang disimpan oleh hewan,sehingga jumlah lemak dalam hewan yang dijadikan bahan pangan ditentukan oleh keseimbangan energi hewan tersebut secara praktis. Semua bahan pangan hewani mengandung lemak,bahkan daging sapi rendah lemak ( lean meat ) mengandung 28% lemak, yang memberikan kontribusi 77% dari kalori makanan, sedangkan 51% lemak dalam “Cheddar cheese” memberikan 73% dari kalori makanan.
 Semua lemak yang terdapat dari bahan pangan nabati terutama terdapat dalam bentuk minyak.Dalam Serelia seperti jagung atau di dalam kacang – kacangan seperti kedelai,lemak terdapat dalam germ maupun dalam endospermanya.Sebagian besar sayur-sayuran dan buah-buahan secara praktis tidak mengandung lemak.
Lemak dalam bahan pangan yang di komsumsi akan memberikan rasa kenyang karena lemak akan meninggalkan lambung secara lambak,yaitu sampai 3,5 jam setelah di komsumsi tergantung dari ukuran dan komposisi pangan.Hal ini akan memperlambak waktu pengosongan perut,sehingga akan memperlambat timbulnya rasa lapar.
Unsur penyusun lemak antara lain adalah Karbon(C),Hidrogenn(H),Oksigen(O) dan kadang-kadang Fosforus(P) serta Nitrogen(N). Molekul lemak terdiri dari empat bagian,yaitu satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak.Asam lemak terdiri dari rantai Hidrokarbon(CH) dan gugus Karboksil(-COOH).Molekul gliserol memiliki tiga gugus Hidroksil(-OH) dan tiap gugus hidroksil berinteraksi dengan gugus karboksil asam lemak.
B.     Jenis-Jenis Lemak
a)      Jenis-jenis atau pembagian lemak berdasarkan komposisi kimianya lemak terbagi atas tiga,yaitu:
1.      Lemak Sederhana
Lemak sederhana tersusun oleh trigliserida, yang terdiri dari satu gliserol dan tiga asam lemak. Contoh senyawa lemak sederhana adalah lilin (wax) malam atau plastisin (lemak sederhana yang padat pada suhu kamar),dan minyak (lemak sederhana yang cair pada suhu kamar).
2.      Lemak Campuran
Lemak Campuran merupakan gabungan antara lemak dengan senyawa bukan lemak. Contoh lemak campuran adalah lipoprotein (gabungan antara lipid dan dengan protein), fosfolipid (gabungan antara lipid dan fosfat), serta fosfatidilkolin (yang merupakan gabungan antara lipid,fosfat dan kolin).
3.      Lemak Asli (Derivat Lemak)
Derivat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid.misalnya kolesterol dan asam lemak.Berdasarkan ikatan kimianya asam lemak dibedakan menjadi 2,yaitu:
a.      Asam Lemak Jenuh
Terbentuk di dalam tubuh, berasal dari bahan-bahan makanan yang dikonsumsi, merupakan zat padat dan bersama dengan gliserin dapat disintesis sendiri oleh tubuh, sebagian di antaranya ada juga yang sifatnya cair. C4, C12, dan lain-lain menunjukkan jumlah atom karbon (carbon) yang terikat dalam rantai gliserin, dalam hal ini maka kita mengenal:
1)      Asam  lemak berantai (berangkaian) pendek, bila atom karbon yang terikat sebanyak 4 sampai 6 buah;
2)      Asam lemak berantai (berangakaian) sedang, bila atom karbon yang terikat sebanyak 8 sampai 12 buah; dan
3)      asam lemak berantai (berangkaian) pannjang, bila atom karbon yang terikat sebanyak 12 sampai 24 buah


macam-macam asam lemak jenuh beserta sumbernya
Macam-Macam Asam Lemak Jenuh

Sumber

Asam Laurat
Minyak kelapa
Asam Miristat
Minya nabati
Asam Palmitat
Minyak nabati-hewani, terutama minyak olive
Asam Stearat
Minyak hewani-nabati, lemak sapi 20%
Asam Arakhidat
Minyak kacang
Asam Behenat
Minyak kacang
Asam Lignoserat
Minyak kacang
Asam Butirat
Lemak butter
Asam Kaproat
Lemak butter, minyak kelapa,
Asam Kaprilat
Minyak butter, minyak kelapa
Asam Kaprat
Minyak salam (Laurel Oil)

b.      Asam Lemak Tidak Jenuh
Asam lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acid), didatangkan dari luar tubuh, merupakan lemak cair, umumnya tidak dapat disintesis sendiri oleh tubuh. unsaturated fatty acid digolongkan ke dalam 2 golongan yaitu: mono unsaturated fatty acid dan polly unsaturated fatty acid, atau asam lemak tidak jenuh yang tunggal dan asam lemak tidak jenuh yang banyak.

Macam-Macam Asam Lemak yang Tergolong mono unsaturated fatty acid
Nama/Macamnya
Sumber
Asam Palmitoleat
Lemak nabati, lemak hewani
Asam Oleat
Lemak nabati, lemak hewani, 75% minyak olive, 30% lemak babi, 40% lemak sapi dan domba


Macam-Macam Asam Lemak yang Tergolong polly unsaturated fatty acid
Nama/Macamnya
Sumber

Asam Linoleat
10% dalam adpokat, 20% - 30% dalam kacang dan lemak ayam, 50% - 60 % dalam minyak jagung, 75% dalam minyak kapas.
Asam Eleostearat
Lemak sapi, lemak ayam, juga lemak nabati.
Asam Linolenat
20% dalam hati, lemak babi. 7% dalam kacang kedelai.
Asam Arakhidonat
Lemak hewani, minyak kacang tanah.

b)      Berdasarkan sumbernya lemak  dapat di bedakan menjadi 2 jenis yaitu:
1.      Lemak nabati,yang berasal dari tumbuhan kadar kolesterolnya lebih rendah dibanding lemak hewani,terdapat dalam kacang tanah,kacang merah,dll.
2.      Lemak hewani,yang berasal dari hewan merupakan bagian penting dalam makanan karena mengandung vitamin A dan B terdapat pada daging ikan,susu,keju,dll.
c)      Berdasarkan wujud zatnya lemak dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:
1.     Lemak padat contohnya terdapat pada hewan misalnya mentega
2.    Lemak cair (minyak – minyakan) banyak terdapat lemak nabati,misalnya minyak jagung,minyag kedelai,minyak kelapa.

C.    Fungsi Lemak
a.       Fungsi utama lemak
1.      Sebagai penghasil energi, tiap gram lemak menghasilkan sekitar 9 sampai 9,3 kalori, energi yang berlebihan dalam tubuh disimpan dalam jaringan adipose sebagai energi potensial.
2.      Sebagai pembangun/pembentuk susunan tubuh, pelindung kehilangan panas tubuh, dan pengatur temperatur tubuh.
3.      Sebagai penghemat protein, dalam hal ini kalau tersedianya energi dalam tubuh telah tercukupi oleh lemak dan karbohidrat, maka pemanfaatan protein untuk penimbul energi dapat dikurangi atau tidak diperlukan.
4.      Sebagai penghasil asam lemak esensial, dikarenakan asam lemak esensial ini tidak dapat dibentuk dalam tubuh melainkan harus tersedia dari luar, berasal dari makanan, untuk pertumbuhan, dan pencegahan terjadinya peradangan kulit/dermatitis.
5.      Sebagai pelarut vitamin tertentu, seperti A, D, E, K sehingga dapat dipergunakan oleh tubuh.
b.      Fungsi Lainnya
1.      Sebagai pelumas di antara persendiaan dan membantu pegeluaran sisa-sisa makanan dari dalam tubuh.
2.      Sebagai penangguh rasa lapar karena adanya lemak akan memperlambat pencernaan
3.     sebagai pelindung organ-organ penting seperti mata,ginjal,dan jantung.
4.     sebagai pemula dari prestaglandin (dalam hal ini asam lemaknya), yang berperan mengatur tekanan darah denyut jantung dan lypolisis

D.    Sumber Lemak
Berdasarkan asalnya,sumber lemak dapat dibedakan menjadi 2,yaitu:
  • Lemak yang berasal daari tumbuhan(disebut lemak Nabati).Beberapa bahan yang mengandung lemak nabati adalah kelapa,kemiri,zaitun,kacang tanah,mentega,kedelai,dll.
  • Lemak yang berasal dari hewan(disebut lemak hewani).Beberapa bahan yang mengandung lemak hewani  adalah daging,keju,susu,ikan segar,telur,dll.
Untuk lebih jelasnya lihat daftar sumber lemak di bawah ini
1.      Jagung                                                             = 8,37 kal/g
2.       Gandum                                                         = 8,37 kal/g
3.      Beras setengah giling                                      = 8,37 kal/g
4.       Beras pecah kulit                                            = 8,37 kal/g
5.      Beras giling                                                     = 8,37 kal/g
6.      Sorghum (cantel)                                             = 8,37 kal/g
7.      Pati/tepung (strach)                                         = 8,37 kal/g
8.      Sereal (padi-padian)lainnya                            = 8,37 kal/g
9.      Kacang mudah belum di kupas                       = 8,37 kal/g
10.   Jamur                                                              = 8,37 kal/g
11.  Kentang,umbi – umbian                                  = 8,37 kal/g
12.  Sayuran                                                           = 8,37 kal/g
13.  Tomat                                                              = 8,37 kal/g
14.  Kacang kedelai dan  produknya                     = 8,37 kal/g
15.   Legum penghasil biji – bijian,minyak            = 8,37 kal/g
16.  Daging,ikan                                                     = 9,02 kal/g
17.  Telur                                                                = 9,02 kal/g
18.  Susu dan produknya                                       = 8,79 kal/g
19.  Mentega                                                          = 8.79 kal/g

E.     Proses Pencernaan Lemak Dalam Tubuh
Pencernaan lemak tidak terjadi di mulut dan lambung karena di tempat tersebut tidak terdapat enzim lipase yang dapat menghidrolisis atau memecah lemak. Pencernaan lemak terjadi di dalam usus,karena usus mengandung lipase.
Lemak keluar dari lambung masuk ke dalam usus sehingga merangsang hormon kolesistokinin. Hormon kolesistokinin menyebabkan kantung empedu berkontraksi sehingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum (usus dua belaas jari). Empedu mengandung garam empedu yang memegang peranan penting dalam mengemulsikan lemak. Emulsi Lemak merupakan pemecahan lemak yang berukuran besar menjadai butiran lemak yang berukuran lebih kecil. Ukuran lemak yang lebih kecil (trigliserida) yang teremulsi akan memudahkan hidrolisis lemak oleh lipase yang dihasilkan dari penkreas. Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak dan monoligserida (gliserida tunggal). Pengeluaran cairan penkreas dirancang oleh hormon sekretin yang berperan dalam meningkatkan jumlah elektrolit (senyawa penghantar listrik) dan cairan pankreas,serta pankreoenzim yang berperan untuk merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas.
Absorpsi hasil pencernaan lemak sebagian besar (70%) terjadi di usus halus. Pada waktu asam lemak dan monogliserida di absorpsi melalui sel-sel mukosa pada dinding usus,keduanya di ubah kembali menjadi lemak (trigliserida dengan bentuk partikel-partikel kecil) jaringan lemak.Saat dibutuhkan, timbunan lemak tersenit akan diangkut menuju hati.

F.     Dampak Kelebihan dan Kekurangan Lemak
a.       Dampak kelebihan lemak
Lemak di dalam hidangan memberikan kecenderungan meningkatkan kadar kolestrol darah,terutama lemak hewani yang mengandung asam lemak jenuh rantai panjang. Kolestrol yang tinggi bertalian dengan peningkatan prevalensi penyakit hypertensi. Metabolisme lemak menghasilkan Acetyl-CoA.Dari Acetyl-CoA ada jalur metabolisme ke arah sintesa kolestrol melai asam kynurenat. Juga kelebihan komsumsi energi dalam bentuk karbohidrat memberikan sintesa Acetyl-CoA yang  berlebih dan ini memberikan kemungkinan sintesa kolestrol yang meningkat (kolesterol andogen). Karena itu pada orang yang mengalami obesitas (kegemukan) terdapat kadar kolesterol darah yang tinggi. Penyakit obesitas memberikan gejala kelebihan jaringan lemak dalam tubuh,tetapi sebab yang sebenarnya adalah kelebihan komsumsi energi di bandingkan dengan kebutuhan tubuh.
b.     Dampak kekurangan lemak
kekurangan komsumsi lemak dapat menimbulkan pegurangan ketersediaan energi; karena energi harus terpenuhi, maka terjadilah katabolisme atau perombakan protein; cadangan lemak yang semakin berkurang akan sangat berpengaruh terhadap berat badan berupa penurunan berat badan.
Dalam kaitan lemak sebagai,defisiensi lemak atau gangguan absorpsi lemak dapat memberikan gejala-gejala defisiensi vitamin yang larut lemak,misalnya vitamin A dan vitamin K. ternyata pada kondisi yang memberikan hambatan penyerapan lemak gejala-gejala defisiensi kedua vitamin itu dapat timbul, contohnya gangguan sekresi empedu.
Kemudian kekurangan asam lemak akan berpengaruh terhadap tubuh berupa timbulnya kelainan pada kulit, khusus pada balita berupa terjadinya luka pada kulit (enzematous).



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Lemak merupakan senyawa organik yang mengandung unsur karbon,hydrogen,dan oksigen dalam lemak oksigen lebih sedikit daripada yang terdapat dalam karbohidrat. Di dalam tubuh lemak berfungsi terutama sebagai cadangan energi dalam bentuk jaringan lemak. Berdasarkan komposisi kimianya lemak dapat dibagi menjadi 3 yaitu lemak sederhana, lemak campuran dan derivat lemak. Adapun berdasarkan sumbernya maka lemak dapat dibedakan menjadi 2 yaitu lemak nabati dan lemak hewani. Sedangkan berdasarkan wujud zatnya lemak dapat dibedakan menjadi lemak padat dan lemak cair. Sumber lemak dapat diperoleh dari hewan yang disebut lemak hewani atau pun dari rumbuhan yang biasa disebut lemak nabati. Kelebihan konsumsi lemak dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh salah satunya obesitas sedangkan konsumsi lemak yang kurang dapat mengakibatkan timbulnya kelainan pada kulit.

B.     Saran
Berdasarkan pembahasan makalah ini kami menyarankan pembaca untuk lebih memahami isi dari makalah ini yang membahas tentang lemak serta mengaplikasikanya dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. G. Kartasapoetra.dkk.2012. Ilmu Gizi Kolerasi Gizi, Kesehatan, dan Produktivitas Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.
Prof.Dr.Ir.Ms,Deddi Muhtadi.2008.pengantar ilmu gizi:Alfabeta
Drs.Irianto,Kus.dkk.2010.gizi dan pola hidup sehat:Yrana widya
Ir.Ms,Made Astawan.dkk.2008.metabolisme zat gizi 1 sumber,fungsi dan kebutuhan bagi tubuh manusia:Pustaka sinar harapan.
Tej asari.2005.nilai-nilai gizi pangan:Graha ilmu
Proverawati,Atikah.2009.gizi:medical book.